Pertemuan Rival Abadi antara Jose Mourinho & Pep Guardiola


mourinho-et-guardiola-image-462660-article-ajust_900_B5TQ1

Pelatih sekaligus Manajer Klub Manchester City, Pep Guardiola, dan Manchester United, Jose Mourinho terbilang sukses dalam dunia sepakbola saat ini karena mereka merupakan rival klub sekota.

Namun, tidak banyak yang mengetahui jika keduanya pernah sangat dekat bahkan tergolong dalam arti “Sahabat “. Mereka pernah bekerja di Camp yang sama pada tahun 1990an. Camp Nou tahun 1990an saat Barcelona ditangani oleh Sir Bobby Robson.

Seiring berjalannya waktu dan perkembangan diantara keduanya berbeda. Hubungan mereka menjadi kurang baik sejak tahun 2008. Ketika Barcelona dalam keadaan kurang baik serta memerlukan penanggung jawab tim. Barca sendiri menunjuk Guardiola sebagai pengganti Frank Rijkaard. Padahal, Jose Mourinho menginginkan posisi tersebut.

Bahkan, Frank Rijkaard mempertimbangkan kembali untuk menjadikan Guardiola sebagai salah satu asistennya. Terbilang saat itu kalau pengalaman Guardiola sangat tidak memadai sebagai Asisten maupun penggantinya. Mourinho sendiri sudah matang dan tahu betul dan siap untuk posisi itu.

Mourinho pun memutuskan untuk melawan bekas klub dan Sahabatnya sendiri. Mou memutuskan bersinggah di Inter Milan dan sangat puas ketika dapat mengalahkan Barcelona dalam Semifinal Liga Champions 2010. Mou terus meningkatkan potensi levelnya untuk mendahului Guardiola.

Ketika Mourinho berpindah ke Real Madrid, Persahabatan mereka berdua semakin memanas dan mematikan. Keduanya sering terlibat dalam perang kata-kata disetiap pertemuan. Keduanya pernah bertemu dalam 16 pertandingan. Guardiola sejauh ini unggul dengan tujuh kemenangan, sementara Mourinho baru tiga kali membalas.

Kini keduanya sepertinya ditakdirkan untuk menukangi klub satu kota, dengan demikian konflik antara keduanya yang sebenarnya sudah terkubur terpaksa dihidupkan lagi.

Josep Guardiola siap menjabat tangan Jose Mourinho saat Manchester City melawan Manchester United pada ajang International Champions Cup di National Stadium, Beijing, Senin (25/7/2016).

Hanya, Guardiola mengingatkan bahwa laga kali ini hanya berstatus uji coba. Dia pun coba meredam tensi dengan bersikap ramah kepada Mourinho.

“Tentu saja, saya akan menjabat tangan dia. Kami adalah orang-orang sopan. Mengapa dia tidak menjabat tangan saya? Tidak ada alasan untuk itu,” tutur Guardiola.

Menjelang laga, Guardiola juga tidak mau meremehkan tim berjulukan Setan Merah. Meskipun, pasukan Mourinho baru takluk 1-4 dari Borussia Dortmund di Shanghai Stadium, Jumat (22/7/2016).

Di mata Guardiola, kekuatan Man United sesungguhnya tidak tercermin dari pertandingan tersebut.

“Terlalu dini untuk menilai Man United. Saya sangat yakin, mereka lebih kuat dari musim lalu. Mereka punya manajer bagus, manajer berkualitas, dan akan membeli pemain baru,” kata Guardiola.

Kewaspadaan Guardiola cukup beralasan. Beberapa waktu terakhir, media-media Inggris ramai memberitakan potensi kepindahan Paul Pogba ke Old Trafford.