Michy Batshuayi Penerus The King Drogba

Michy Batshuayi Penerus The King Drogba


ad_213242618-e1468852947646

Setelah sekian lama menanti pewaris yang tak kunjung datang – dan melabeli deretan penyerang dengan status “The Next” – akhirnya Chelsea kembali mendatangkan penyerang baru dengan harga €40 juta. Namanya adalah Michy Batshuayi. Kebetulan, klub asalnya sama dengan Drogba sebelum merapat ke London, yakni Marseille, dan fisiknya memiliki sedikit kemiripan.

Ketika sang raja turun dari takhtanya, sudah pasti publik menginginkan pewaris yang setara. Bahkan identik. Romelu Lukaku merupakan kandidat pewaris awal yang harus menanggung beban selangit untuk menyamai kesuksesan Drogba. Tubuh kekar, kulit gelap, tinggi besar, serta deretan kemiripan fisik membuat beban semakin kentara. Namun Lukaku dilempar jua ke Everton.

Namun sebelum banyak orang memberinya label “The Next”, perlu diperingatkan bahwa Batshuayi adalah Batshuayi – dan ia bukan seperti yang orang-orang harapkan.

Batshuayi bukanlah penyerang dengan gaya main membelakangi gawang. Memang, kekuatan fisiknya cukup tangguh, tapi senjata andalannya adalah kecepatan kaki dan kemampuan dribel untuk membawa bola ke depan gawang. Kontras dengan Drogba yang menggunakan kekuatan fisik untuk membantu konstruksi serangan atau mengancam kotak penalti lawan.

Pemuda Belgia yang mencetak satu gol di Euro 2016 itu juga memiliki kemampuan teknik lain yang membuatnya dipuja, yakni first touch dan finishing. Kemampuan itulah yang membuat Marseille sangat bergantung padanya musim lalu. Di tengah krisis finansial dan minim bakat, mantan raksasa Prancis itu terdampar di peringkat ke-13, tapi Batshuayi mengemas 17 gol dan sembilan assist.

chelsea2121

Kedatangan Batshuayi sekaligus menjadi penanda era baru bagi Chelsea jelang kedatangan Antonio Conte. The Blues sering memainkan formasi penyerang tunggal dalam formasi belakangan ini, tapi Conte berbeda. Di saat yang lain memainkan target-man tunggal, Conte justru menempatkan dua penyerang di pucuk formasinya. Kebijakan yang mungkin kuno, tapi terbukti efektif di Euro 2016 seiring Italia maju hingga perempat-final.

Preferensi taktik Conte mungkin akan menjadikan Batshuayi sebagai penyerang yang berlari melewati bek lawan. Kecepatan kaki dan kemampuan membawa bola tentu menjadi pertimbangan. Sementara itu, Diego Costa akan membantu Batshuayi untuk menahan bola, mendistribusikannya, lalu mencari ruang untuk mencetak gol – peran yang pernah ia lakukan ketika berduet dengan David Villa di Atletico Madrid.

Striker muda milik Chelsea, Mihcy Batshuayi, mengaku latihan yang dijalaninya di Chelsea begitu mengedepankan taktik dan sangat menuntut fisik. Dirinya harus selalu berkonsentrasi di setiap sesi yang dijalani.

Batshuayi menilai apa yang dilakukan dalam sesi latihan di Chelsea begitu berbeda dengan apa yang sudah ia alami di klub sebelumnya. Meski demikian dirinya tidak kaget dan mampu mengikuti ritme latihan yang diterapkan.

“Latihan begitu mengedepankan taktik dan sangat menuntut fisik. Ini adalah level yang berbeda. Sangat berbeda dari apa yang sudah saya alami sebelumnya karena Anda harus benar-benar konsentrasi 100 persen di setiap sesi,” jelasnya seperti dinukil dari Soccerway, Sabtu (23/7/2016).

Selain itu Batshuayi juga memuji atmosfer klub anyarnya tersebut. Meskipun dirinya merupakan anak baru di sana, ia mengaku merasa seperti berada di rumah sendiri. Para pemain Chelsea sangat membantunya untuk beradaptasi.

“Sejauh ini sangat, sangat bagus. Semua orang di sini membuat saya merasa seperti di rumah, dan semuanya membantu saya. Atmosfernya sangat bagus di sini,” tuntasnya.